Kamis, 09 Januari 2014

Gejala Awal Diabetes...

Ahli dari Modern Hospital Guangzhou(Pusat penelitian stemcell)mengatakan :Mengenali dengan benar gejala penderita diabetes,bermanfaat untuk memahami kondisi pasien,membantu dokter untuk menyusun program pengobatan ,dan berupaya untuk meningkatkan kesempatan pemulihan pasien,berikut ini adalah gejala utama penderita diabetes.
1.Sering buang air kecil(poliuria) : Bertambah tingginya kadar gula dalam darah,semakin banyak juga eksresi kadar gula dalam urin,yang menyebabkan semakin banyaknya jumlah urin.Namun,bagi orang tua dan penderita penyakit ginjal,pada saat peningkatan kadar gula darah,jumlah urin meningkat tidak jelas.
2.Banyak minum air(Polidipsia) : seringnya buang air kecil menyebabkan banyak terbuangnya kadar air dalam tubuh,sehingga terjadinya dehidrasi sel,yang meransang sistem saraf pusat haus,menyebabkan bertambahnya asupan air minum. Polidipsia memperparah keadaan poliuria.
3.Banyak makan(Polifagia) :Jaringan sel penderita diabetes sering berada dalam "keadaan kelaparan", sehingga merangsang sistem saraf pusat makan, menyebabkan kelaparan, Selain itu, tubuh tidak dapat dengan penuh memanfaatkan glukosa, glukosa dalam jumlah besar terbuang melaui urin, sehingga tubuh sebenarnya berada dalam kondisi semi-kelaparan, kekurangan energi juga menyebabkan nafsu makan yang hiperaktif.
4. Penurunan berat badan. Meski nafsu makan dan asupan makanan penderita diabetes normal, atau bahkan meningkat, tetapi berat badan menurun.
5.Lesu/Tidak bertenaga. Berhubung glukosa penderita diabetes tidak bisa sepenuhnya teroksidasi, maka tubuh terasa lesu tidak bertenaga.
6. Penurunan penglihatan. Banyak penderita diabetes pada awal pengobatan mengeluh penglihatan menurun atau kabur. Awalnya sebagian besar merupakan perubahan fungsional, sewaktu gadar gula darah terkontrol dengan baik,penglihatan dapat kembali normal.
7. Komplikasi. Penyakit diabetes meiliki banyak komplikasi penyakit lainnya,diantara lain : infeksi kulit diabetes, kaki diabetik, gastroparesis diabetes, kardiomiopati diabetes, penyakit jantung diabetes, nefropati diabetes dan infeksi saluran kemih, dll.
Dilihat secara konsolidasi, gejala utama penyait diabetes adalah polidipsia, poliuria, polifagia, penurunan berat badan ,di samping itu, ada komplikasi penyakit diantara lainnya adalah penyakit ginjal dan penyakit lambung. Pemahaman gejala utama diabetes, berupaya untuk diagnosis dini, pengobatan dini, dan meningkatkan kesempatan pasien untuk sembuh kembali..
                 Sering Buang Air Kecil VS Gejala Awal Diabetes
                Berat Badan Turun Beresiko Terkena Diabetes
 
Enzim

Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi.
Berdasarkan strukturnya, enzim terdiri atas komponen yang disebut apoenzim yang berupa protein dan komponen lain yang disebut gugus prostetik yang berupa nonprotein. Gugus prostetik dibedakan menjadi koenzim dan kofaktor. Koenzim berupa gugus organik yang pada umumnya merupakan vitamin, seperti vitamin B1, B2, NAD+ (Nicotinamide Adenine Dinucleotide). Kofaktor berupa gugus anorganik yang biasanya berupa ion-ion logam, seperti Cu2+, Mg2+, dan Fe2+. Beberapa jenis vitamin seperti kelompok vitamin B merupakan koenzim. Jadi, enzim yang utuh tersusun atas bagian protein yang aktif yang disebut apoenzim dan koenzim, yang bersatu dan kemudian disebut holoenzim.
Bagan Perbedaan Teori Kerja Enzim, klik disini untuk bagan yang lebih besar.Enzim bekerja dengan dua cara, yaitu menurut Teori Kunci-Gembok (Lock and Key Theory) dan Teori Kecocokan Induksi (Induced Fit Theory). Menurut teori kunci-gembok, terjadinya reaksi antara substrat dengan enzim karena adanya kesesuaian bentuk ruang antara substrat dengan situs aktif (active site) dari enzim, sehingga sisi aktif enzim cenderung kaku. Substrat berperan sebagai kunci masuk ke dalam situs aktif, yang berperan sebagai gembok, sehingga terjadi kompleks enzim-substrat. Pada saat ikatan kompleks enzim-substrat terputus, produk hasil reaksi akan dilepas dan enzim akan kembali pada konfigurasi semula. Berbeda dengan teori kunci gembok, menurut teori kecocokan induksi reaksi antara enzim dengan substrat berlangsung karena adanya induksi substrat terhadap situs aktif enzim sedemikian rupa sehingga keduanya merupakan struktur yang komplemen atau saling melengkapi. Menurut teori ini situs aktif tidak bersifat kaku, tetapi lebih fleksibel. (lihat bagan)
Sebagai katalis dalam reaksi-reaksi di dalam tubuh organisme, enzim memiliki beberapa sifat, yaitu:
1. Enzim adalah protein, karenanya enzim bersifat thermolabil, membutuhkan pH dan suhu yang tepat.
2. Enzim bekerja secara spesifik, dimana satu enzim hanya bekerja pada satu substrat.
3. Enzim berfungsi sebagai katalis, yaitu mempercepat terjadinya reaksi kimia tanpa mengubah kesetimbangan reaksi.
4. Enzim hanya diperlukan dalam jumlah sedikit.
5. Enzim dapat bekerja secara bolak-balik.
6. Kerja enzim dipengaruhi oleh lingkungan, seperti oleh suhu, pH, konsentrasi, dan lain-lain.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kerja enzim diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Suhu
Enzim tidak dapat bekerja secara optimal apabila suhu lingkungan terlalu rendah atau terlalu tinggi. Jika suhu lingkungan mencapai 0° C atau lebih rendah lagi, enzim tidak aktif. Jika suhu lingkungan mencapai 40° C atau lebih, enzim akan mengalami denaturasi (rusak). Suhu optimal enzim bagi masing-masing organisme berbeda-beda. Untuk hewan berdarah dingin, suhu optimal enzim adalah 25° C, sementara suhu optimal hewan berdarah panas, termasuk manusia, adalah 37° C.
2. pH (Tingkat Keasaman)
Setiap enzim mempunyai pH optimal masing-masing, sesuai dengan “tempat kerja”-nya. Misalnya enzim pepsin, karena bekerja di lambung yang bersuasana asam, memiliki pH optimal 2. Contoh lain, enzim ptialin, karena bekerja di mulut yang bersuasana basa, memiliki pH optimal 7,5-8.
3. Aktivator dan Inhibitor
Aktivator adalah zat yang dapat mengaktifkan dan menggiatkan kerja enzim. Contohnya ion klorida, yang dapat mengaktifkan enzim amilase.
Inhibitor adalah zat yang dapat menghambat kerja enzim. Berdasarkan cara kerjanya, inhibitor terbagi dua, inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif. Inhibitor kompetitif adalah inhibitor yang bersaing aktif dengan substrat untuk mendapatkan situs aktif enzim, contohnya sianida bersaing dengan oksigen dalam pengikatan Hb. Sementara itu, inhibitor nonkompetitif adalah inhibitor yang melekat pada sisi lain selain situs aktif pada enzim, yang lama kelamaan dapat mengubah sisi aktif enzim.
4. Konsentrasi enzim dan substrat
- Semakin tinggi konsentrasi enzim akan semakin mempercepat terjadinya reaksi. Dan konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi.
- Jika sudah mencapai titik jenuhnya, maka konsentrasi substrat berbanding terbalik dengan kecepatan reaksi.
Dewasa ini, enzim adalah senyawa yang umum digunakan dalam proses produksi. Enzim yang digunakan pada umumnya berasal dari enzim yang diisolasi dari bakteri. Penggunaan enzim dalam proses produksi dapat meningkatkan efisiensi yang kemudian akan meningkatkan jumlah produksi.



Rabu, 25 Desember 2013

+Video CNI (Inilah Harinya)


Sekilas Profil CNI


CNI didirikan di Bandung, Oktober 1986, pertama kali terdaftar dengan nama perusahaan PT Nusantara Sun-Chlorella Tama (NSCT). Saat itu masyarakat mengenal CNI sebagai NSCT atau Sun-Chlorella saja, karena saat-saat awal NSCT hanya menjual produk makanan kesehatan Sun Chlorella A saja. Namun, sejalan dengan bertumbuhnya ragam produk yang dipasarkan NSCT dan adanya kesempatan go international, lalu berganti nama menjadi CNI (PT CITRA NUSA INSAN CEMERLANG).

CNI menerapkan sistem Direct Selling - Multi Level Marketing (MLM) dalam memasarkan berbagai jenis produk yang saat ini berjumlah sekitar 500 item dan digolongkan ke dalam 5 kategori, yaitu
Makanan kesehatan (Health Food) seperti Sun Chlorella, Ester-C Plus, Marine Organic Calcium (MOC), suplemen kalsium yang terbuat dari karang laut dan membantu pencegahan osteoporosis, Organik Dietary Fiber Powder, suplemen serat yang terbuat dari beragam tanaman hasil pertanian organik yang membantu detoksifikasi pencernaan dan menurunkan kolesterol, serta Omega-3 Ester-E yang diluncurkan pada 2006, asam lemak tak jenuh Omega-3 dipadukan dengan vitamin E yang sudah diesterifikasi, merupakan kombinasi tepat untuk jantung sehat;
Makanan dan minuman (Food & Beverages) seperti Ginseng Coffee, Ginseng Tea, Mie Sehati, Mango Juice Concentrate, Gold Soya, dan lain-lain;
Produk perawatan diri (Personal Care) seperti Ires yang diluncurkan pada 2006, produk kosmetika yang diformulasikan khusus wanita Asia, Nutrimoist, Sigi-F, dan lain-lain;
Produk kebutuhan rumah tangga (Home Care) seperti sabun cuci Super SC-88, Winz dan lain-lain, serta kategori
Household & Seasonal (misal: Ichi-I Pressure Cooker, panci baja anti karat yang dapat menaikkan temperatur air mendidih hingga mencapai 120ºC, serta cepat mendistribusikan panas secara merata, pupuk pelengkap Plant Catalyst 2006, nutrisi kolam Plankton Catalyst 2006 dan berbagai produk penunjang/seasonal lainnya). Produk-produk yang dipasarkan ialah produk berkualitas, memiliki izin dari Depkes RI, dan beberapa yang perlu dilengkapi dengan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Dalam hal pemasaran produk, CNI Indonesia peduli akan produk lokal. Hal ini ditunjukkan dengan komposisi pemasaran produk lokal dibanding dengan impor melalui CNI adalah 85:15. Bukan itu saja, CNI terus berupaya memperkenalkan produk-produk lokal tersebut menjadi produk-produk ekspor. Salah satunya yaitu produk CNI Ester-C Plus yang saat ini juga dipasarkan di Singapura, India dan Malaysia. Tahun 2002, 2005 dan 2006, CNI menerima penghargaan sebagai pemasar Ester-C terbanyak di dunia dari Zila Nutraceuticals Inc., produsen Ester-C.

Dalam mendukung pengembangan produk lokal, CNI didukung oleh beberapa pabrik di Indonesia, yaitu PT Gancar Gemilang Jaya Sakti (GGJS) di Tangerang untuk pembuatan produk-produk kebutuhan rumah tangga (sabun cuci Super SC-88, Eezee, Super Soff) dan produk perawatan diri (Sigi-F Shampoo, Sigi-F Talcum Powder, Sigi-F Shower Gel, Sigi-F Hand & Body Lotion), PT Hygena Cipta Dinamika Sarana (HCDS) di Tangerang yang memproduksi makanan dan minuman (Ginseng Coffee, Ericoma Ginseng Coffee, Ginseng Tea, Sun O Vit), PT Mitra Tani Maju Gemilang (MMG) di Tangerang yang memproduksi pupuk pelengkap cair (Plant Catalyst 2006) dan produk nutrisi untuk kolam dan tambak (Plankton Catalyst 2006), serta PT Sun Chlorella Indonesia di Pasuruan-Jawa Timur (kerja sama CNI dengan Sun Chlorella Corp., Japan) untuk pengolahan bahan baku chlorella (kolam pengolahan terbesar di dunia).

Ini merupakan salah satu langkah lokalisasi produk yang dilakukan CNI. Selain itu, dengan dibukanya pabrik -pabrik ini telah membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja Indonesia. Semua produk CNI didaftarkan dan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain diproduksi oleh pabrik sendiri, CNI juga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan dalam negeri untuk memproduksi produk-produk lokal Indonesia. Dengan demikian, CNI juga turut membantu pengusaha lokal yang bekerja sama dengan CNI memasarkan produk-produknya hingga ke manca negara melalui jaringan CNI Internasional.

Usaha CNI juga didukung oleh Rencana Pengembangan Usaha (RPU-Marketing Plan) yang adil, terbukti, unik, transparan dan andal karena memungkinkan siapa saja untuk dapat berhasil mencapai posisi tinggi. Setiap distributor mempunyai peluang yang sama, tergantung keuletan dalam menjalankan usahanya dengan tetap mematuhi kode etik. Keberhasilan dalam sistem pemasaran MLM tidak hanya terletak pada satu individu saja namun ditunjang oleh kerja sama yang dibangun antar anggota grup.

Usaha CNI telah menerima pengakuan secara internasional, terbukti dengan predikat Superbrands yang telah diraih CNI pada Juli 2005. Kriteria penilaian ini ditetapkan secara ketat dan akurat oleh Superbrands International, yang meliputi dominasi di pasar, daya tahan perusahaan terhadap krisis, kepercayaan dan penerimaan masyarakat. Predikat ini semakin memperkuat image positif perusahaan dan keyakinan masyarakat terhadap produk-produk CNI. Hal ini juga didukung oleh hasil riset kuantitatif mengenai “Strategic Marketing Survey & Corporate Image MLM” oleh biro riset terkenal yang menunjukkan bahwa dalam hal corporate image dan brand image di Indonesia, CNI masih yang terbaik (top of mind) .

Dalam RPU CNI, terdapat 8 tingkatan jenjang karier yang bisa diraih oleh mitra usaha CNI. Secara berurutan, jenjang karier/posisi di CNI ialah User (Keanggotaan Non Distributor), Distributor, Gold Distributor, Ruby Distributor, Pearl Distributor, Diamond Distributor, Double Diamond Distributor serta yang tertinggi adalah Crown Distributor. Selain itu, sebagai mitra usaha CNI, mereka berkesempatan meraih berbagai keuntungan.